Atlantis, Sebuah Misteri yang Abadi
Dalam penelitiannya selama 30 tahun yang ditulis dalam sebuah buku “Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization” dia menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.
Santos menetapkan bahwa pada masa lalu Atlantis itu merupakan benua yang membentang dari bahagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Sedangkan menurut Plato Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebahagian besar bahagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan ais (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebahagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebahagian benua dan diliput oleh air asal dari ais yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bahagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.
Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Saintis Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan ais mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.






















































![302484-cbxzkl-200x200[1]](https://wow.macam2.com/wp-content/uploads/2023/06/302484-cbxzkl-200x2001-1-320x280.jpg)
![295297-udusjq-200x200[1]](https://wow.macam2.com/wp-content/uploads/2023/06/295297-udusjq-200x2001-2-320x280.jpg)
![294784-hpq9lr-200x200[1]](https://wow.macam2.com/wp-content/uploads/2023/06/294784-hpq9lr-200x2001-1-320x280.jpg)
![294641-h1xcdi.jpg[1]](https://wow.macam2.com/wp-content/uploads/2023/06/294641-h1xcdi.jpg1_-320x280.webp)
![295024-ia2omj-200x200[1]](https://wow.macam2.com/wp-content/uploads/2023/06/295024-ia2omj-200x2001-1-320x280.jpg)
![295358-v51wss-200x200[1]](https://wow.macam2.com/wp-content/uploads/2023/06/295358-v51wss-200x2001-1-320x280.jpg)
![295284-e7lync-200x200[1]](https://wow.macam2.com/wp-content/uploads/2023/06/295284-e7lync-200x2001-1-320x280.jpg)
![294846-wfazfk-200x200[1]](https://wow.macam2.com/wp-content/uploads/2023/06/294846-wfazfk-200x2001-1-320x280.jpg)
![301662-rxnv6u[1]](https://wow.macam2.com/wp-content/uploads/2023/06/301662-rxnv6u1-320x280.jpg)
![294797-bdkwz9-200x200[1]](https://wow.macam2.com/wp-content/uploads/2023/06/294797-bdkwz9-200x2001-1-320x280.jpg)
![294733-2f3478-200x200[1]](https://wow.macam2.com/wp-content/uploads/2023/06/294733-2f3478-200x2001-1-320x280.jpeg)
![301308-w8rssb[1]](https://wow.macam2.com/wp-content/uploads/2023/06/301308-w8rssb1-320x280.jpg)
Ulasan Terkini