Misteri Penghuni Kota Gaib Uwentira, Anak Keturunan Adam dari Alam Metafisika?

 

Wentira merupakan daerah yang letaknya di jalan Trans Sulawesi poros Sulawesi Selatan – Sulawesi Tengah. Di daerah tersebut tidak ada pemukiman penduduk hanya pohon-pohon yang menjulang tinggi berwarna keputih-putihan (sumber: misteri wentira).

Pada salah satu sudut jalan tersebut terdapat Tugu Wentira. Di tugu tersebut terdapat tulisan “Ngapa Wentira” yang berarti kampung Wentira, dalam bahasa kaili Ngapa berarti kampong, dan Wentira atau Uwentira sering orang mengartikan sebagai
.

Di kalangan masyarakat Kota Palu dan sekitarnya, ramai yang meyakini di wilayah Uwentira terdapat sebuah kota ghaib (tak kasat mata) dan dihuni oleh penduduk yang memiliki ciri tidak memiliki belahan di bibir atas (sumber: ciri warga wentira).

Beberapa hari ini kewujudan Uwentira menjadi heboh, ketika ditemukan KTP Pemerintahan Pusat Uwentira Sulteng sehari setelah bencana yang melanda Kota Palu.

Dari cerita yang beredar dari beberapa orang yang berkesempatan melihat Pemukiman Ghaib Uwentira, Kota Wentira merupakan sebuah kota yang sangat maju dengan warna bangunan yang didominasi warna kuning.

Di kota tersebut semua jenis kenderaan ada disana (termasuk MRT), juga terdapat piramid kaca dengan pembinaan logam yang dibangunkan dengan desain cantik dan megah, seperti desain urban city di Wisconsin, Amerika Syarikat dan di Glasgow, Inggeris.

 

Terlepas pro dan kontra tentang kewujudan pemukiman ghaib Uwentira, jika kewujudan mereka merupakan sebuah kebenaran, maka yang jadi pertanyaan siapa sesungguhnya penduduk yang mendiami Kota Ghaib tersebut?

Tentu akan sangat banyak jawaban yang bakal kita temui, namun apabila kita melihat dari cara sosialisasi mereka nampak bahwa penduduk Uwentira sama seperti kita dari bangsa manusia dari keturunan Adam.

Adapun cerita mereka tidak memiliki belahan di bibir atas, merupakan ciri khas mereka seperti halnya beberapa komuniti yang memiliki mata berwarna biru atau berambut perang misalnya.

Dan kewujudan mereka yang tak kasat mata, namun terkadang boleh menampakkan diri, boleh jadi merupakan salah satu teknologi yang mereka miliki untuk dapat bersembunyi dari dimensi alam manusia kebanyakan.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan: 

1. Di dalam Hadis Imam Bukhari diceritakan bahwa Rasulullah berhasil menangkap makhluk metafisika (jin), yang kemudian dapat memperlihatkan diri kepada manusia kebanyakan (lihat: Rasionalisasi Fenomena Hantu dan Jin Nabi Sulaiman?)

Dari hadis ini boleh kita pahami bahwa tidak selamanya makhluk metafisika itu berbadan halus. Mereka juga boleh berbadan kasar. Dan ketika mereka berbadan kasar, maka keadaannya akan sama dengan manusia, yaitu akan dipengaruhi gaya gravitasi bumi.

 

Sumber

Awak juga mungkin ingin melihat...

Beri Komen

Alamat e-mel anda tidak akan disiarkan. Required fields are marked *

error: Kandungan dilindungi!!
Hide picture