Planet X (Nibiru)
Kalangan “orang dalam” di NASA, DoD (badan perisikan tentera), SETI mahupun CIA sudah meramalkan, kalau 2/3 dari penduduk planet bumi akan punah, ketika terjadi perubahan polar, yang disebabkan kedatangan Planet X. Sisa populasi yang bertahan hidup, terancam bahaya kelaparan dan radiasi elemen, dalam jangka waktu 6 bulan setelah kejadian ini.
Semua operasi rahsia menyadari kenyataan ini, dan sudah menyiapkan diri mereka. Konon, Vatikan juga mengetahui hal tersebut. Namun sayangnya, masyarakat luas dibiarkan begitu saja tanpa maklumat, dibiarkan terlena dengan kehidupan sehari-hari, tanpa punya kesempatan untuk menyiapkan diri menghadapi bencana ini.
Ada apa sebenarnya?
Bocornya segelintir maklumat dari kalangan “orang dalam” dan para pemerhati, membuat orang awam mulai tertarik akan hal ini. Kenapa bencana ini begitu dirahsiakan dari masyarakat luas? Jika sampai membuat kegemparan global, maka akan mempengaruhi pasaran wang serta mengakibatkan lumpuhnya ekonomi dunia.
Seharusnya masyarakat luas diberikan kesempatan untuk mempersiapkan diri. Mudah-mudahan, setelah membaca ini, kita boleh semakin waspada ya!
Oke..ketika ini, kalau kita jeli mengamati perkembangan bencana alam, jumlah kejadian bencana alam semakin banyak. Ini diakibatkan sambungan plasmatik elektromagnet antara planet. Kalau matahari KONONnya memiliki kembaran yang gelap (versi gelapnya matahari). Nah, disitulah lokasi mengorbitnya Planet X. Tepat diantara matahari dan kembarannya.


Catatan : kembaran matahari tidak terlihat dengan mata kita.
Tapi, para saintis sudah menemukannya. Dalam “Illustrated Science & Invention Encyclopedia” volume ke 18, terbitan tahun 1987-1989, sudah dicantumkan soal kewujudan kembaran matahari ini.
Sekumpulan saintis Rusia mengadakan rangkaian pertemuan di tahun 2000, untuk membincangkan planet X. Hal ini menjadi sumber berita Reuter dengan tajuk utama “Kejadian di tahun 2003” (diterbitkan Pejabat Berita Reuter, edisi 13 September 2000)
Inti pertemuan tersebut adalah mengenai musibah kedatangan Planet X, yang kewujudan sudah di pantau dari observatori Rusia. Para saintis bertanya-tanya, jika ini terjadi, akankah Rusia masih tetap ada?
Saintis Andrei Shukshin menyatakan, dalam pertemuan ini juga dibahas tentang pengurangan jumlah penduduk global secara besar-besaran, akibat peristiwa ini.
Yang pasti, Planet X memang ada dan mengorbit. Tapi, akankah berlanggar dengan bumi? Ini yang masih dipelajari.
Di Observatori St.Petersburg Rusia, pemerhatian seputar Planet X berlangsung intensif. Saintis disana menamakan planet ini dengan sebutan “Raja Sun” atau “Bintang Yang Besar”.
Tak banyak saintis yang bersedia memberi maklumat soal planet ini, kerana kekuatiran akan menimbulkan kepanikan global. Dan banyak pegawai NASA yang diam-diam membuat “home dome” iaitu rumah khas, dengan pembinaan khas, yang bersifat tahan badai taufan, tahan gempa dan angin tornado. “Home dome” harus dibangun di area perbukitan, jauh dari pantai.
Planet X juga dikenal dengan nama Nibiru, atau disebut “Wormwood”, merupakan benda angkasa luar yang paling sering disebut sejak zaman kuno.
Setelah mengorbit selama 3600 tahun, planet ke 10 ini akan datang lagi.
Kesan kedatangan Planet X terhadap bumi, sudah dicatat nenek moyang kita ribuan tahun lalu. Ilmu Geologi dan Arkeologi juga mencantumkannya.
Simpang Siur Planet X
Untuk mencegah kepanikan soal Planet X, banyak observatorium yang kini “tiba-tiba” tertutup untuk umum. Petugas observatorium bahkan tak mau mengarahkan teleskop ke konstalasi bintang Orion. Banyak alasan dibuat, supaya orang tak mempercayai kenyataan ini. Kenyataan tentang Planet X. Adler Planetarium & Astronomy Museum in Chicago mahupun Hayden Planetarium di Rose Center for Earth and Space, New York seringkali tertutup untuk umum, dengan berbagai alasan. Juga di banyak negara.
Planet X memang sengaja dibuat seperti mitos bodoh, omong kosong yang membingungkan. Kenapa? Supaya tak terjadi kepanikan massa. Banyak lelaman di internet yang mengabarkan maklumat palsu seputar Planet X.
Berikut, beberapa maklumat yang KELIRU soal Planet X :
1. Planet X boleh jadi tak pernah ada, kerana tak ada bukti kuat tentang kewujudan. Kalaupun ada, munculnya pasti hanya sekali dalam sekian juta tahun. (Ini jenis maklumat yang paling banyak kita jumpai)
2. Planet X memang ada, tapi tak akan muncul di era (zaman) kita.
3. (Tersebar di kalangan saintis & observatorium) Planet X memang ada, dan akan menghampiri bumi. Tenang saja, jangan panik, kerana itu hanya kejadian biasa. Tidak akan ada bencana.
Fakta Planet X
Massa Planet X begitu besar, dengan kutub magnetik yang memiliki kadar plasma tinggi dan pancaran tenaga yang begitu dahsyat, PASTI mengakibatkan kerusakan hebat pada planet yang dilaluinya.
Biasanya beberapa tahun sebelum kedatangan planet X, gelombang elektromagnetik Planet X mengakibatkan perubahan-perubahan besar pada planet yang akan dilaluinya. Ini boleh dilihat pada perubahan iklim dahsyat yang melanda Planet Bumi.
Aktivitas gempa dan vulkanis mengalami perubahan 3 hingga 4 dekade sebelum kedatangan Planet X. Sejak tahun 1996, perubahan cuaca di Bumi mencatat rekor tertinggi. Berbagai bencana alam, mulai dari gempa, aktiviti gunung berapi dan perubahan elektromagnetik begitu tajam peningkatannya, namun datanya selalu “diperhalus” untuk masyarakat luas.
Pemanasan Global?
Masuk akal, kalau perubahan cuaca dibilang sebagai akibat dari pemanasan global. Tapi, apakah perubahan pada siklus matahari juga akibat pemanasan global? Sama sekali tak ada kaitannya!
99% tata surya kita terbuat dari kepekatan plasma hingga ke level atomic. Planet adalah plasma yang memiliki kepadatan tertentu. Kembalinya Planet X ke sistem solar kita mengakibatkan perubahan kepekatan elektrikal pada tenaga plasma di SEMUA planet yang ada, di tata surya kita.
Menurut pandangan saintis Rusia, perubahan aktiviti gunung berapi dan gempa meningkat sebanyak 400 sampai 500 persen sejak tahun 1975.
Perubahan ini tidak hanya terjadi di bumi saja, tapi juga pada semua planet. Setiap planet di tata surya kita mengalami peningkatan aktiviti dan perubahan cuaca. Banyak fakta yang tidak diterbitkan oleh media. Dr.Dmitriev menyatakan bahwa planet-planet lain juga mengalami perubahan. Contohnya : atmosfera di Mars kini semakin tebal, begitu juga di Bulan. Kini ada lapisan Natrium setebal 6000 kilometer yang sebelumnya tak pernah ada.
Lapisan atas atmosfera bumi juga mengalami perubahan kadar HO. Hal yang samasekali tak ada hubungannya dengan pemanasan global, dampak CFC ataupun akibat polusi. Bukan itu saja, medan magnetik planet-planet juga mengalami perubahan. Beberapa planet bertambah terang. Venus contohnya, terlihat semakin terang bercahaya. Jupiter bahkan memiliki radiasi tenaga yang berbentuk seperti tabung yang terhubung dengan bulannya.
Uranus dan Neptunus baru saja mengalami perubahan kutub. Saat pesawat Voyager 2 melintasi Uranus dan Neptunus, perubahan kutub terjadi di bagian Utara dan Selatan Planet.
Rangkaian perubahan yang terjadi di tata surya kita, dapat dibagi dalam 3 kategori :
- perubahan medan tenaga
- perubahan pijar
- perubahan atmosfera
Pada tempuh tahun 1963 hingga 1993, jumlah peristiwa bencana alam meningkat 410 persen. Dan bencana-bencana terdahsyat terjadi 9 tahun belakangan.
Dr.Dmitriev menemukan bahwa medan magnetic matahari meningkat 230 persen sejak tahun 1901.
Jadi, yang mengalami perubahan bukan hanya planet Bumi. Hanya sedikit kalangan yang menyadari fakta ini. Di Akademi Sains Nasional Siberia, Rusia, khasnya di Novosibirsk, berlangsung penelitian terhadap matahari. Dan Dr.Dmitriev dengan takjub mengemukakan bahwa, matahari bertambah terang 1000 persen dibanding sebelumnya, dan masih terus bertambah terang.
Melihat Planet X
Hanya teleskop terbesar (yang dijaga ketat) boleh digunakan untuk melihat Planet X. Sejumlah observatorium kecil di dunia mencatat keberhasilan melihat Planet X di awal tahun 2001.
Dr.Harrington, rekan sejawat dari Saintis dan arkeolog Zecharia Sitchin, yang pertama meyakini kewujudan NIBIRU atau Planet X berdasarkan catatan kuno orang Sumeria, meninggal mendadak akibat kecelakaan. Diduga ini disebabkan keberanian Harrington mengekspos penemuan planet ke 10 yang dikenal dengan nama Planet X ini, guna melengkapi teori Sitchin.

Sejak peristiwa ini, para saintis memilih tutup mulut dan tak mau bicara banyak soal Planet X dan aktivitinya. Saat Zecharia Sitchin menerbitkan buku yang didasari tulisan terjemahan bangsa Sumeria Kuno, Sitchin menyatakan ada 12 planet di tata surya kita. Saat buku diterbitkan (tahun 1970an), Teori Sitchin ditertawakan. Tapi, ketika satu persatu temuan saintis membuktikan bahwa Teori Sitchin benar, statement Sitchin mulai diawasi ketat.
Dalam bukunya, “The 12th Planet”, Sitchin menulis tentang legenda “Komet Kiamat” atau “Nemesis” yang muncul secara periodic dan menciptakan kehancuran.
Zaman Air Batu
Ingatkah pelajaran di Sekolah Menengah tentang Zaman es? Kisah ini merupakan petunjuk bahwa Planet Bumi senantiasa mengalami perubahan periodic. Dan yang dimaksud bukan hanya perubahan kutub saja. Ingat fosil gajah mammoth beku yang ditemukan di Kutub? Saat diteliti, dalam lambungnya masih ada tanaman tropis yang baru saja dimakan. Ini membuktikan, mammoth tersebut membeku dalam sekejap! Istilah zaman es bukan bererti perubahan yang bertahap, tapi instant.
Ingat film “The Day After Tommorow”? Kira-kira secepat itulah pergerakan esnya! Dan ini terjadi setiap kali Planet X mendekat.
Aku akan perdalam sedikit soal Zaman Air Batu sebelum kita lanjut ke Planet X, kerana…inilah yang akan terjadi nanti.
Zaman Air Batu Akan Berulang Lagi
Teman-teman, baca tulisanku ini dengan saksama. Ambil segelas minuman, dan baca dengan teliti…Ini SERIUS. Ini bukan bacaan sambil lalu. Kita sedang menjelang zaman ais, bukan pemanasan global. Sebab :
- Kita bukanlah penyebab terjadinya Pemanasan Global. Dalam kadar maksimal, hanya 3 % gas karbondioksida (CO2) yang dihasilkan umat manusia. Jumlah CO2 dalam udara ketika ini menyerap hampir semua radiasi yang ada. Jadi, tak ada hubungan antara kaitan jumlah kadar CO2 dan radiasi.
- 17.000 orang imuwan menandatangani petisi yang menyatakan bahwa CO2 yang dihasilkan manusia bukanlah penyebab pemanasan global. Peningkatan kadar CO2 sebanyak 30 % persen di atmosfera kita dalam 100 tahun terakhir adalah akibat kenaikan suhu laut. Dan naiknya temperature laut disebabkan meningkatnya gempa dan aktiviti gunung berapi.
- Selama ini kita belajar di sekolah bahwa Zaman Air Batu hanya terjadi sekali dalam sejarah. Tapi, nyatanya, Zaman ais terjadi beberapa ratus kali.
- Matahari bersifat elektromagnetis. Inilah yang mengakibatkan timbulnya bintik matahari, yang terus bertambah. Bumi juga bersifat elektromagnetik. Pada waktu-waktu tertentu, kutub magnetic akan berubah. Dan perubahan ini diakibatkan perubahan pada tata surya kita.
- Di masa lalu, ketika perubahan kutub terjadi, dibarengi juga dengan aktiviti gunung berapi, gempa, zaman ais dan kepunahan. Terjadi secara serentak. Perubahan ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Bayangkan, dalam satu malam, suhu boleh turun 20 derajat!
- Zaman ais berulang secara periodik setiap 11.500 tahun.
- Satu inci hujan menghasilkan 10 inci salji. Di tahun 2007 ini, Colorado tertutup salji setinggi 30 kaki dalam satu kali badai saja. Baca kisahnya di www.iceagenow.com/Record_Lows_2007.htm Ketika ini, Kutub Artik memiliki suhu yang cukup dingin untuk mengakibatkan Zaman Air Batu. Yang diperlukan Cuma tambahan kelembaban sedikit saja, untuk menghasilkan lebih banyak salji.
- Saat ini dengan meningkatnya temperatur air laut akibat pergerakan vulkanik, kelembaban semakin meningkat di Kutub Artik.
- Untuk melihat daftar Glasir (glacier) yang mulai terbentuk ketika ini, lihat lelaman www.iceagenow.com. Data ini tidak dimuat oleh media massa. Besar kemungkinan, kita semua akan mengalami Zaman es.
- Film “An Inconvenient Truth”-nya Al Gore menyesatkan banyak orang. Informasi yang benar dalam film tersebut hanya soal semakin meningkatkan temperature air laut akan memicu kemunculan Zaman Air Batu dalam waktu sekejap.
Kenapa Ini Sangat Penting?
Meski kita nggak tinggal di kawasan yang akan tertutup lapisan es setinggi ratusan atau ribuan kaki, kita tetap harus menyiapkan diri.
Dalam bukunya “Not by Fire, but by Ice” karya arsitek bernama Robert Felix, disebutkan tentang perubahan kutub dan berbagai bencana alam yang akan menyertainya. Persediaan makanan di seluruh dunia akan habis selama beberapa tahun. Pertanian tak mungkin dilakukan, kerana kekacauan iklim.
Planet X ada di sistem kita. Tapi kewujudan diragukan. Saat ketemu, langsung ditutup2i. Soal matahari gelap (dark sun) yang merupakan kembaran matahari kita, nanti akan kusinggung sedikit. Keberadaan dark sun memang nggak banyak dibahas oleh para astronom. Kerana, kalau orang mulai fokus ke dark sun, dengan sendirinya akan nemu Planet X. Kerana Planet X mengorbit diantara matahari dan matahari gelap.
Analoginya :
Kita melihat rumah & kebun di malam hari. Hanya bagian2 yang diterangi lampu taman kan, yang kelihatan? Kalau berdiri depan pagar rumah, apa tikus yang berada di pojok taman, tak diterangi lampu juga keliatan? Pasti nggak. Yang kelihatan cuma yang diterangi lampu taman. Seperti inilah kondisi tata surya kita, jika diamati dari bumi. Makanya sekarang NASA juga memiliki teleskop Infra Merah.
Sumeria dan Planet X
Tulisan kuno bangsa Sumeria sejak 6000 tahun lalu mencantumkan Planet Nibiru sebagai bagian dari sistem solar kita. Nibiru bererti “planet yang bersilangan”.


Keterangan Nibiru sama persis dengan Planet X (Planet Ke Sepuluh).
Menurut catatan astronomi kuno yang dicocokkan dengan pengetahuan modern : Planet X memiliki orbit eliptik seperti komet, dengan perjalanan melampaui orbit Pluto.
Kalkulasi Observatorium
Dr. Thomas C. Van Flandern, astronom dan saintis dari Oberservatorium Naval Amerika mengatakan, perubahan kutub di Uranus dan Neptunus, terjadi akibat sebuah planet. Bersama rekannya, Dr. Richard Harrington, ia membuat kalkulasi tentang sebuah planet (urutan ke 10 di sistem tata surya kita) dengan ukuran 2-3 kali lebih besar dari bumi, serta memiliki tingkat orbit eliptikal yang tinggi.
Penemuan ini melengkapi teori Sitchin, bahwa letak planet X dekat dari Bumi. Pada tahun 1982, NASA mengeluarkan statement tentang kewujudan Planet X. Namun sekarang, NASA menolak berkomentar sama sekali.
Jika Planet X Mendekat
Setiap kali Planet X mendekat, berbagai perubahan drastic terjadi di Bumi. Perubahan ini mengakibatkan kerusakan besar dan kepunahan. Sejarah mengisahkan peristiwa-peristiwa ini. Monumen peninggalan peradaban lampau menjadi saksi kejadian tersebut.
Sebut saja, Legenda Atlantis, Lemuria, Indian Maya dan perabadan lainnya, yang hanyut terbenam lautan atau punah sekejap, terjadi akibat kedatangan Planet X. Sisa-sisa kebudayaan mereka boleh kita temui di Florida, Jepang dan kawasan Mediterania.
Semakin dekat Planet X dari bumi, semakin kuat daya magnetic dan gravitasinya. Ini boleh kita rasakan setiap hari. Semakin dekat planet X dengan kita, semakin cepat laju pergerakannya. Berbagai bencana dahsyat yang susul menyusul terjadi di berbagai negara hanyalah awal kecil dari apa sesungguhnya akan terjadi.
Penghuni NIBIRU
Tulisan kuno bangsa Sumeria mencatat beberapa hal menarik yang juga diyakini banyak kepercayaan, iaitu : penciptaan, adanya Taman Eden/Firdaus dan banjir besar yang menutupi seluruh permukaan bumi (Mirip kisah Nabi Nuh).
Tapi, bangsa Sumeria juga mencatat tentang kedatangan Bangsa Anunnaki dari Planet Nibiru, yang menciptakan “manusia” dengan cara mengambil DNA mereka & mencampurkannya dengan DNA mahluk bumi (ketika itu adalah manusia gua/Neanderthal).
Dalam bahasa Sumeria, Anunnaki bererti “mereka yang ke bumi, turun dari langit”.
Anunnaki digambarkan sebagai bangsa yang modern, dan telah menciptakan berbagai monument penting di Bumi, Bulan dan Mars, serta planet-planet padat lain dalam galaksi kita.
Kenapa Anunnaki menciptakan manusia?
Untuk dijadikan budak/pembantu mereka, yang membantu dalam aktiviti pertambangan berbagai mineral, salah satunya iaitu emas. Hingga hari ini, emas merupakan logam mulia dengan nilai tinggi. Fakta ini juga tercantum dalam tulisan kuno bangsa Sumeria.
Perlu diingat, siklus mendekatnya Nibiru menurut catatan Sumeria adalah setiap 3600 tahun sekali.
Yang menarik, beberapa fakta soal ini :
- Lokasi “Taman Eden” dalam kisah Adam & Hawa disinyalir berada di kawasan Mesopotamia (kini Irak).
- Ketika ke Bumi, Anunnaki mendarat di Mesopotamia (kini Irak).
- KONON, serbuan Amerika ke Irak sebetulnya adalah untuk menemukan lokasi Gerbang Bintang (STAR GATE) milik para Anunnaki yang diyakini berada di Mesopotamia (kini IRAK). STAR GATE ini merupakan semacam portal milik Anunnaki untuk datang dan melihat peradaban kita.
Kerana memiliki teknologi canggih, dan menciptakan manusia, maka Anunnaki sifatkan sebagai dewa oleh orang Sumeria. Setelah beberapa ketika hidup di Planet Bumi, Anunnaki pun pergi, dan berjanji KELAK akan kembali.
Kemanakah mereka? Mengeksplorasi kehidupan lain? Menciptakan peradaban baru? 2012, Apa yang Akan terjadi?
Apakah Planet X akan melalui bumi dan kembali membawa kita masuk Zaman Air Batu?
Atau, para Anunnaki akan kembali? Berbagai keyakinan tentang adanya“MESSIAH” jika diurut kebelakang, berkaitan dengan janji Anunnaki bahwa mereka kelak akan kembali.
Kalaupun kembali, maka kembali sebagai apa? Sebagai teman atau musuh?
Apakah mereka masih menganggap kita sebagai budaknya?
Mungkinkah akan terjadi perang antara kita, warga Bumi dengan Anunnaki?
Presiden Amerika Ronald Reagan pernah menyinggung soal ancaman dari luar angkasa dalam salah satu ucapannya. Reagan juga mengusulkan dibentuknya sistem persenjataan berbasis luar angkasa (STAR WARS). Mungkinkah ketika itu sudah ada perhubungan dengan mahluk luar angkasa?
Dan, bukan hanya para Anunnaki saja yang ada di luar angkasa. Berbagai bangsa alien yang bertamadun tinggi juga diyakini berdiam di galaksi kita.Tapi, kerana kita ngomongin Planet X (Nibiru), maka focus kita adalah Anunnaki.
Fisik Anunnaki
Bandingkan manusia gua (Neanderthal) dengan manusia modern. Di mana bezanya secara fizik?

Illustrasi Fisik Anunnaki
Banyak sekali. Manusia modern (kita) memiliki fizik yang lebih estetik (indah) dan halus dibandingkan manusia gua. Dan itu hasil perpaduan DNA Anunnaki dengan kita.
Bangsa Anunnaki sendiri memiliki ciri-ciri fizik :
- Tinggi rata-rata 7-8 kaki (3 meter)
- Kulit putih
- Rambut perang atau merah, mata biru
Makanya kulit putih sejak zaman dulu sama dengan “kasta lebih tinggi” atau “dianggap lebih estetik”, kerana masih menganut standar patokan Anunnaki.
Bangsa Kaukasia (kulit putih-pirang-mata biru) memiliki paling banyak ciri-ciri fizik Anunnaki. Ini boleh dilihat dari golongan darah mereka, iaitu Rhesus negative.
Kapan-kapan kubahas ya soal golongan darah! Menarik banget! Kerana rhesus negative, bukan berasal dari DNA kita. Tapi, dari Anunnaki (alien).
Makanya Amerika menyerbu Irak dengan dalih, mencari senjata nuklir. Kerana sisa radioaktifnya terdeteksi. Kenapa waktu AS menyerbu Irak, juga menjarah museum, dan artifak-artifak kuno dari zaman Sumeria juga diambil? Mencari apa? “Kunci” untuk menemukan Stargate (Gerbang Bintang), portal milik bangsa Anunnaki-kah? Makanya sampai habis-habolehn.
Ada 270 ribu lebih artifak kuno dari Museum Nasional Bahgdad, Irak yang dijarah tentara Bush. Cuma sedikit yang dikembalikan, sisanya hilang..nggak berbekas. Ada apa dibalik ini? Apa yang dicari?? Pasti sesuatu yang URGENT banget.
Beberapa fakta menarik yang diketemukan :
- Mungkinkah sebuah bintang punya kekuatan luar biasa? Mungkin! Kerana ada satu bintang “kerdil” (dwarf star, sebutannya) iaitu SIRIUS (atau dog star) yang memiliki tingkat kepadatan yang sangat solid, melebihi matahari. Padahal ukurannya jauh lebih kecil, namun untuk kepadatan massa, Sirius paling berat. Jika bintang ini masuk orbit, atau berlanggar..maka kesannya agak fatal.
- Kalau dikaji tulisan-tulisan kuno tentang astronomi kita, maka..Bumi pada awalnya menempati posisi lebih dekat dengan matahari. Hari-hari di bumi lebih singkat, lebih panas, dan penduduknya berkulit gelap kerana melanin yang tinggi (makanya penelitian tentang manusia pertama, atau Adam, menemukan bahwa Adam ini seorang negroid, kulit hitam). Ketika itu, planet yang lebih kondusif dari sisi iklim, jarak dengan matahari dan atmosfera adalah Mars. Namun kerana ada perlanggaran, maka Jupiter masuk orbit. Jadi jarak bumi menjauh dari matahari. Ini berpengaruh pada banyak hal, seperti warna kulit penduduk, lama hari, dll.
Perlanggaran itulah yang menyebabkan “The Great Deluge” atau Banjir besar yang ada di kisah Nabi Nuh.

Illustrasi The Great Deluge






















































![302484-cbxzkl-200x200[1]](https://wow.macam2.com/wp-content/uploads/2023/06/302484-cbxzkl-200x2001-1-320x280.jpg)
![294733-2f3478-200x200[1]](https://wow.macam2.com/wp-content/uploads/2023/06/294733-2f3478-200x2001-1-320x280.jpeg)
![294784-hpq9lr-200x200[1]](https://wow.macam2.com/wp-content/uploads/2023/06/294784-hpq9lr-200x2001-1-320x280.jpg)
![295297-udusjq-200x200[1]](https://wow.macam2.com/wp-content/uploads/2023/06/295297-udusjq-200x2001-2-320x280.jpg)
![294641-h1xcdi.jpg[1]](https://wow.macam2.com/wp-content/uploads/2023/06/294641-h1xcdi.jpg1_-320x280.webp)
![301308-w8rssb[1]](https://wow.macam2.com/wp-content/uploads/2023/06/301308-w8rssb1-320x280.jpg)
![294797-bdkwz9-200x200[1]](https://wow.macam2.com/wp-content/uploads/2023/06/294797-bdkwz9-200x2001-1-320x280.jpg)
![295024-ia2omj-200x200[1]](https://wow.macam2.com/wp-content/uploads/2023/06/295024-ia2omj-200x2001-1-320x280.jpg)
![295358-v51wss-200x200[1]](https://wow.macam2.com/wp-content/uploads/2023/06/295358-v51wss-200x2001-1-320x280.jpg)
![294846-wfazfk-200x200[1]](https://wow.macam2.com/wp-content/uploads/2023/06/294846-wfazfk-200x2001-1-320x280.jpg)
![295284-e7lync-200x200[1]](https://wow.macam2.com/wp-content/uploads/2023/06/295284-e7lync-200x2001-1-320x280.jpg)
![301662-rxnv6u[1]](https://wow.macam2.com/wp-content/uploads/2023/06/301662-rxnv6u1-320x280.jpg)
Ulasan Terkini